Makalah

Inveastasi suaha

lowongan investasi kerja di internet

Iklan Melayang

bisnis

Iklan Bayaran Mahal

Penghasilan Tambahan

CARI UANG

19 Juli 2010

FILSAFAT ILMU TENTANG HUBUNGAN ILMU DAN FILSAFAT

MAKALAH FILSAFAT ILMU TENTANG HUBUNGAN ILMU DAN FILSAFAT

MUQODIMAH

Sebelum penulis membahas tentang bagaimana hubungan antara ilmu dengan filsafat agar ada kejelasan kita harus tahu apa itu yang dinamakan dengan ilmu dan apa yang dinamakan filsafat.

1.Pengertian Ilmu
Ilmu berasal dari bahasa Arab, 'alama. Arti dasar dari kata ini adalah pengetahuan. Penggunaan kata ilmu dalam proposisi bahasa Indonesia sering disejajarkan dengan kata science dalam bahasa Inggris. Kata science itu sendiri memang bukan bahasa Asli Inggris, tetapi merupakan serapan dari bahasa Latin, Scio, scire yang arti dasarnya pengetahuan. Ada juga yang menyebutkan bahwa science berasal dari kata scientia yang berarti pengetahuan. Scientia bersumber dari bahasa Latin Scire yang artinya mengetahui.1 Terlepas dari berbagai perbedaan asal kata, tetapi jika benar ilmu disejajarkan dengan kata science dalam bahasa Inggris, maka pengertiannya adalah pengetahuan. Pengetahuan yang dipakai dalam bahasa Indonesia, kata dasarnya adalah "tahu".2 Secara umum pengertian dari kata "tahu"

ini menandakan adanya suatu pengetahuan yang didasarkan atas pengalaman dan pemahaman tertentu yang dimiliki oleh seseorang.3
Pendapat yang sama diungkapkan M. Quraish Shihab. Ia berpendapat bahwa ilmu berasal dari bahasa Arab, ilm. Arti dasar dari kata ini adalah kejelasan. Karena itu, segala bentuk kata yang terambil dari kata 'ilm seperti kata 'alm (bendera), 'ulmat (bibir sumbing), 'alam (gunung-gunung) dana 'alamat mengandung objek pengetahuan. Ilmu dengan demikian dapat diartikan sebagai pengetahuan yang jelas tentang sesuatu.4
Athur Thomson mendefinisikan ilmu sebagai pelukisan fakta-fakta, pengalaman secara lengkap dan konsisten meski dalam perwujudan istilah yang sangat sederhana.5 S. Hornby mengartikan ilmu sebagai: Science is organized knowledge obtained by observation and testing of fact (ilmu adalah susunan atau kumpulan pengetahuan yang diperoleh melalui penelitian dan percobaan dari fakta-fakta.6 Kamus bahasa Indonesia, menerjemahkan ilmu sebagai pengetahuan tentang suatu bidang yang disusun secara bersistem menurut metode-metode tertentu yang dapat digunakan untuk menerangkan gejala-gejala tertentu pula. Kamu ini juga menerangkan bahwa ilmu dapat diartikan sebagai pengetahuan atau kepandaian tentang soal duniawi, akhirat, lahir dan bathin.
Poincare menyebutkan bahwa ilmu berisi kaidah-kaidah dalam arti definisi yang tersembunyi (science consist entirely of convertions in the sence of disguised definitions). Pengertian dan kandungan ilmu yang dicoba ditawarkan Poincare ini, harus pula diakui memperoleh penolakan dari berbagai ahli. Bahkan ada anggapan yang menyatakan bahwa pikiran Poincare ini merupakan kesalahan besar. Le Ray seolah menjadi antitesis dari pemikiran Poincare. Le Ray misalnya menyatakan bahwa "Science consist only of consecrations and it is solely to this circumstance that is owes its apparent certainly". Le Ray juga menyatakan bahwa science cannot teach us the truth, it's can serve us only as a rule of action (ilmu tidak mengajarkan tentang kebenaran, ia hanya menyajikan sejumlah kaidah dalam berbuat.7 Dari beberapa definisi ilmu di atas, maka, kandungan ilmu berisi tentang; hipotesa, teori, dalil dan hukum.
Penjelasan di atas juga menyiratkan bahwa hakekat ilmu bersifat koherensi sistematik. Artinya, ilmu sedikit berbeda dengan pengetahuan. Ilmu tidak memerlukan kepastian kepingan-kepingan pengetahuan berdasarkan satu putusan tersendiri, ilmu justru menandakan adanya satu keseluruhan ide yang mengacu kepada objek atau alam objek yang sama saling berkaitan secara logis.
Setiap ilmu bersumber di dalam kesatuan objeknya. Ilmu tidak memerlukan kepastian lengkap berkenaan dengan penalaran masing-masing orang. Ilmu akan memuat sendiri hipotesis-hipotesis dan teori-teori yang sepenuhnya belum dimantapkan. Oleh karena itu, ilmu membutuhkan metodologi, sebab dan kaitan logis. Ilmu menuntut pengamatan dan kerangka berpikir metodik serta tertata rapi. Alat bantu metodologis yang penting dalam konteks ilmu adalah terminology ilmiah.

2.Pengertian Filsafat
Filsafat berasal dari bahasa Yunani, philosophia dan philoshophos. Menurut bentuk kata, philosophia diambil dari kata philos dan shopia atau philos dan sophos. Philos berarti cinta dan shopia atau shopos berarti kebijaksanaan, pengetahuan, dan hikmah. Dalam pengertian ini seseorang dapat disebut telah berfilsafat apabila seluruh ucapannya dan perilakunya mengandung makna dan ciri sebagai orang yang cinta terhadap kebijaksanaan, terhadap pengetahuan dan terhadap hikmah.8
Pada awalnya, kata sofia lebih sering diartikan sebagai kemahiran dan kecakapan dalam suatu pekerjaan, seperti perdagangan dan pelayaran. Dalam perkembangan selanjutnya, makna dari kata kemahiran ini lebih dikhususkan lagi untuk kecakapan di bidang sya'ir dan musik. Makna ini kemudian berkembang lagi kepada jenis pengetahuan yang dapat mengantarkan manusia untuk mengetahui kebenaran murni. Sofia dalam arti yang terakhir ini, kemudian dirumuskan oleh Pythagoras bahwa hanya Dzat Maha Tinggi (Allah) yang mampu melakukannya. Oleh karena itu, manusia hanya dapat sampai pada sifat "pencipta kebijaksanaan". Pythagoras menyatakan: "cukup seorang menjadi mulia ketika ia menginginkan hikmah dan berusaha untuk mencapainya."9
Harun Hadiwijono berpendapat bahwa filsafat diambil dari bahasa Yunani, filosofia. Struktur katanya berasal dari kata filosofien yang berarti mencintai kebijaksanaan. Dalam arti itu, menurut Hadiwijono filsafat mengandung arti sejumlah gagasan yang penuh kebijaksanaan. Artinya, seseorang dapat disebut berfilsafat ketika ia aktif memperoleh kebijaksanaan. Kata filsafat dalam pengertian ini lebih memperoleh kebijaksanaan. Kata filsafat dalam pengertian ini lebih berarti sebagai "Himbauan kepada kebijaksanaan".10
Harun Nasution beranggapan bahwa kata filsafat bukan berasal dari struktur kata Philos dan shopia, philos dan shophos atau filosofen. Tetapi kata filsafat berasal dari bahasa Yunani yang struktur katanya berasal dari kata philien dalam arti cinta dan shofos dalam arti wisdom. Orang Arab menurut Harun memindahkan kata Philosophia ke dalam bahasa mereka dengan menyesuaikan tabi'at susunan kata-kata bahasa Arab, yaitu filsafat dengan pola (wajan) fa'lala, fa'lalah, dan fi'la. Berdasarkan wajan itu, maka penyebutan kata filsafat dalam bentuk kata benda seharusnya disebut falsafat atau Filsaf.11
Harun lebih lanjut menyatakan bahwa kata filsafat yang banyak dipakai oleh masyarakat Indonesia, sebenarnya bukan murni berasal dari bahasa Arab sama seperti tidak murninya kata filsafat terambil dari bahasa Barat, philosophy. Harun justru membuat kompromi bahwa filsafat terambil dari dua bahasa, yaitu Fil diambil dari bahasa Inggris dan Safah dari bahasa Arab. Sehingga kata filsafat, adalah gabungan antara bahasa Inggris dan Arab. Berfilsafat artinya berpikir menurut tata tertib (logika) dengan bebas (tidak terikat pada tradisi, dogma serta agama) dan dengan sedalam-dalamnya sehingga sampai ke dasar-dasar persoalannya. Atas dasar itu, maka menurut Harun, secara etimologi filsafat dapat didefinisikan sebagai:
1.Pengetahuan tentang hikmah
2.Pengetahuan tentang prinsip atau dasar
3.mencari kebenaran
4.Membahas dasar dari apa yang dibahas
Ali Mudhafir berpendapat bahwa kata filsafat dalam bahasa Indonesia memiliki padanan kata Falsafah (Arab), Phyloshophy (Inggris), Philosophie (Jerman, Belanda dan Perancis). Semua kata itu, berasal dari bahasa Yunani Philosphia. Kata philosophia sendiri terdiri dari dua suku kata, yaitu Philien, Philos dan shopia. Philien berarti mencintai, philos berarti teman dan sophos berarti bijaksana, shopia berarti kebijaksanaan. Dengan demikian, menurut Ali Mudhafir ada dua arti secara etimologi dari kata filsafat yang sedikit berbeda. Pertama, apabila istilah filsafat mengacu pada asal kata philien dan shopos, maka ia berarti mencintai hal-hal yang bersifat bijaksana (ia menjadi sifat). Kedua, apabila filsafat mengacu pada asal kata philos dan shopia, maka ia berarti teman kebijaksanaan (filsafat menjadi kata benda)12

3.Hubungan Antara Ilmu dan Filsafat
Berbagai pengertian tentang filsafat dan ilmu sebagaimana telah dijelaskan di atas, maka berikutnya akan tergambar pula. Pola relasi (hubungan) antara ilmu dan filsafat. Pola relasi ini dapat berbentuk persamaan antara ilmu dan filsafat, dapat juga perbedaan di antara keduanya.
Di zaman Plato, bahkan sampai masa al Kindi, batas antara filsafat dan ilmu pengetahuan boleh disebut tidak ada. Seorang filosof pasti menguasi semua ilmu. Tetapi perkembangan daya pikir manusia yang mengembangkan filsafat pada tingkat praksis, berujung pada loncatan ilmu dibandingkan dengan loncatan filsafat. Meski ilmu lahir dari filsafat, tetapi dalam perkembangan berikut, perkembangan ilmu pengetahuan yang didukung dengan kecanggihan teknologi, telah mengalahkan perkembangan filsafat. Wilayah kajian filsafat bahkan seolah lebih sempit dibandingkan dengan masa awal perkembangannya, dibandingkan dengan wilayah kajian ilmu. Oleh karena itu, tidak salah jika kemudian muncul suatu anggapan bahwa untuk saat ini, filsafat tidak lagi dibutuhkan bahkan kurang relevan dikembangkan ole manusia. Sebab manusia hari ini mementingkan ilmu yang sifatnya praktis dibandingkan dengan filsafat yang terkadang sulit "dibumikan". Tetapi masalahnya betulkah demikian?
Ilmu telah menjadi sekelompok pengetahuan yang terorganisir dan tersusun secara sistematis. Tugas ilmu menjadi lebih luas, yakni bagaimana ia mempelajari gejala-gejala sosial lewat observasi dan eksperimen.13 Keinginan-keinginan melakukan observasi dan eksperimen sendiri, dapat didorong oleh keinginannya untuk membuktikan hasil pemikiran filsafat yang cenderung Spekulatif ke dalam bentuk ilmu yang praktis. Dengan demikian, ilmu pengetahuan dapat diartikan sebagai keseluruhan lanjutan sistem pengetahuan manusia yang telah dihasilkan oleh hasil kerja filsafat kemudian dibukukan secara sistematis dalam bentuk ilmu yang terteoritisasi.14 Kebenaran ilmu dibatasi hanya pada sepanjang pengalaman dan sepanjang pemikiran, sedangkan filsafat menghendaki pengetahuan yang koprehensif, yakni; yang luas, yang umum dan yang universal (menyeluruh) dan itu tidak dapat diperoleh dalam ilmu.
Lalu jika demikian, dimana saat ini filsafat harus ditempatkan? Menurut Am. Saefudin, filsafat dapat ditempatkan pada posisi maksimal pemikiran manusia yang tidak mungkin pada taraf tertentu dijangkau oleh ilmu. Menafikan kehadiran filsafat, sama artinya dengan melakukan penolakan terhadap kebutuhan riil dari realitas kehidupan manusia yang memiliki sifat untuk terus maju.15
Ilmu dapat dibedakan dengan filsafat. Ilmu bersifat pasteriori. Kesimpulannya ditarik setelah melakukan pengujian-pengujian secara berulang-ulang. Untuk kasus tertentu, ilmu bahkan menuntut untuk diadakannya percobaan dan pendalaman untuk mendapatkan esensinya. Sedangkan filsafat bersifat priori, yakni; kesimpulan-kesimpulannya ditarik tanpa pengujian. Sebab filsafat tidak mengharuskan adanya data emfiris seperti dimiliki ilmu. Karena filsafat bersifat spekulatif dan kontemplatif yang ini juga dimiliki ilmu. Kebenaran filsafat tidak dapat dibuktikan oleh filsafat itu sendiri, tetapi hanya dapat dibuktikan oleh teori-teori keilmuan melalui observasi dan eksperimen atau memperoleh justifikasi kewahyuan. Dengan demikian, tidak setiap filosof dapat disebut sebagai ilmu, sama seperti tidak semua ilmuwan disebut filosof. Meski demikian aktifitas berpikir. Tetapi aktivitas dan ilmuwan itu sama, yakni menggunakan aktifitas berpikir filosof. Berdasarkan cara berpikir seperti itu, maka hasil kerja filosofis dapat dilanjutkan oleh cara kerja berfikir ilmuwan. Hasil kerja filosofis bahkan dapat menjadi pembuka bagi lahirnya ilmu. Namun demikian, harus juga diakui bahwa tujuan akhir dari ilmuwan yang bertugas mencari pengetahuan, sebagaimana hasil analisa Spencer, dapat dilanjutkan oleh cara kerja berpikir filosofis.
Di samping sejumlah perbedaan tadi, antara ilmu dan filsafat serta cara kerja ilmuwan dan filosofis, memang mengandung sejumlah persamaan, yakni sama-sama mencari kebenaran. Ilmu memiliki tugas melukiskan, sedangkan filsafat bertugas untuk menafsirkan kesemestaan. Aktivitas ilmu digerakkan oleh pertanyaan bagaimana menjawab pelukisan fakta. Sedangkan filsafat menjawab atas pertanyaan lanjutan bagaimana sesungguhnya fakta itu, dari mana awalnya dan akan ke mana akhirnya.
Berbagai gambaran di atas memperlihatkan bahwa filsafat di satu sisi dapat menjadi pembuka bagi lahirnya ilmu pengetahuan, namun di sisi yang lainnya ia juga dapat berfungsi sebagai cara kerja akhir ilmuwan. "Sombongnya", filsafat yang sering disebut sebagai induk ilmu pengetahuan (mother of science) dapat menjadi pembuka dan sekaligus ilmu pamungkas keilmuan yang tidak dapat diselesaikan oleh ilmu.
Kenapa demikian? Sebab filsafat dapat merangsang lahirnya sejumlah keinginan dari temuan filosofis melalui berbagai observasi dan eksperimen yang melahirkan berbagai pencabangan ilmu. Realitas juga menunjukan bahwa hampir tidak ada satu cabang ilmu yang lepas dari filsafat atau serendahnya tidak terkait dengan persoalan filsafat. Bahkan untuk kepentingan perkembangan ilmu itu sendiri, lahir suatu disiplin filsafat untuk mengkaji ilmu pengetahuan, pada apa yang disebut sebagai filsafat pengetahuan, yang kemudian berkembang lagi yang melahirkan salah satu cabang yang disebut sebagai filsafat ilmu.

KESIMPULAN DAN SARAN

Dengan demikian penulis dapat menyimpulkan bahwa antara ilmu dan filsafat ada persamaan dan perbedaannya.
Perbedaannya ilmu bersifat Posterior kesimpulannya ditarik setelah melakukan pengujian-pengujian secara berulang-ulang sedangkan filsafat bersifat priori kesimpulan-kesimpulannya ditarik tanpa pengujian, sebab filsafat tidak mengharuskan adanya data empiris seperti yang dimiliki ilmu karena filsafat bersifat spekulatif.
Di samping adanya perbedaan antara ilmu dengan filsafat ada sejumlah persamaan yaitu sama-sama mencari kebenaran. Ilmu memiliki tugas melukiskan filsafat bertugas untuk menafsirkan kesemestaan aktivitas ilmu digerakan oleh pertanyaan bagaimana menjawab pelukisan fakta, sedangkan filsafat menjawab atas pertanyaan lanjutan bagaimana sesungguhnya fakta itu dari mana awalnya dan akan ke mana akhirnya
Selanjutnya kritik dan saran kami harapkan dari semua pihak demi perbaikan penulisan selanjutnya.

18 Juli 2010

makalah

Download makalah silabus rpp dan tugas-kuliah

14 Juli 2010

DOWNLOAD SILABUS DAN RPP SD SMP SMA


DOWNLOAD SILABUS DAN RPP SD SMP SMA

DAFTAR MODEL SILABUS - RPP PLATINUM 

Model Silabus dan RPP SD

    RPP AD Kewarganegaraan SD 1
    RPP AD Kewarganegaraan SD 2
    RPP AD Kewarganegaraan SD 3
    RPP AD Kewarganegaraan SD 4
    RPP AD Kewarganegaraan SD 5
    RPP AD Kewarganegaraan SD 6
    RPP Aktif  Belajar IPS SD 1 R 1
    RPP Aktif  Belajar IPS SD 2 R 1
    RPP Aktif  Belajar IPS SD 3 R 1
    RPP Aktif  Belajar IPS SD 4 R 1
    RPP Aktif  Belajar IPS SD 5 R 1
    RPP Aktif  Belajar IPS SD 6 R 1
    RPP Bahasa Indonesiaku SD 1 R 1
    RPP Bahasa Indonesiaku SD 2 R 1
    RPP Bahasa Indonesiaku SD 3 R 1
    RPP Bahasa Indonesiaku SD 5 R 1
    RPP Bahasa Indonesiaku SD 6 R 1
    RPP Dunia IPA SD 1 R 1
    RPP Dunia IPA SD 2 R 1
    RPP Dunia IPA SD 3 R 1
    RPP Dunia IPA SD 4 R 1
    RPP Dunia IPA SD 5 R 1
    RPP Dunia IPA SD 6 R 1
    RPP Dunia Matematika SD 1 R 1
    RPP Dunia Matematika SD 2 R 1
    RPP Dunia Matematika SD 3 R 1
    RPP Dunia Matematika SD 4 R 1
    RPP Dunia Matematika SD 5 R 1
    RPP Dunia Matematika SD 6 R 1
    RPP Teladan Mulia PAI SD 1 R 1
    RPP Teladan Mulia PAI SD 2 R 1
    RPP Teladan Mulia PAI SD 3 R 1
    RPP Teladan Mulia PAI SD 4 R 1
    RPP Teladan Mulia PAI SD 5 R 1
    RPP Teladan Mulia PAI SD 6 R 1

Model Silabus dan RPP SMP

    RPP Bahasaku BI SMP 1
    RPP Bahasaku BI SMP 2
    RPP Bahasaku BI SMP 3
    RPP BM Kewarganegaraan SMP 1
    RPP BM Kewarganegaraan SMP 2 R1
    RPP BM Kewarganegaraan SMP 3
    RPP Eksplorasi Alam SMP 1
    RPP Eksplorasi Alam SMP 2
    RPP Eksplorasi Alam SMP 3
    RPP Fakta Biologi SMP 1
    RPP Fakta Biologi SMP 2
    RPP Fakta Biologi SMP 3
    RPP Fenomena Fisika SMP 1
    RPP Fenomena Fisika SMP 2
    RPP Fenomena Fisika SMP 3
   
RPP IPS Terpadu SMP 1 R1
    RPP IPS Terpadu SMP 2 R1
    RPP IPS Terpadu SMP 3 R1
    RPP Logika Matematika SMP 1 R1
    RPP Logika Matematika SMP 2 R1
    RPP Logika Matematika SMP 3 R1

    RPP Passport English SMP 1 R1
    RPP Passport English SMP 2 R1
    RPP Passport English SMP 3 R1
    RPP Teladan Utama PAI SMP 1 R1
    RPP Teladan Utama PAI SMP 2 R1
    RPP Teladan Ulama PAI SMP 3 R1

Model Silabus dan RPP SMA

    RPP Sejarah Interaktif SMA 1
    RPP Sejarah Interaktif SMA 2
    RPP Sejarah Interaktif SMA 3
     RPP Bahasa Negeriku SMA 1
     RPP Bahasa Negeriku SMA 2 Bahasa
     RPP Bahasa Negeriku SMA 3 Bahasa
     RPP Bahasa Negeriku SMA 2  IPA-S
     RPP Bahasa Negeriku SMA 3  IPA-S
     RPP Contextual English SMA 1
     RPP Contextual English SMA 2 Bahasa
     RPP Contextual English SMA 3 Bahasa
     RPP Contextual English SMA 2 IPA-S
     RPP Contextual English SMA 3 IPA-S
     RPP Dunia Biologi SMA 1
     RPP Dunia Biologi SMA 2
     RPP Dunia Biologi SMA 3
     RPP Fenomena Ekonomi SMA 1
     RPP Fenomena Ekonomi SMA 2
     RPP Fenomena Ekonomi SMA 3
     RPP Kajian Fisika  SMA 1
     RPP Kajian Fisika  SMA 2 part 1
     RPP Kajian Fisika  SMA 2 part 2
     RPP Kajian Fisika  SMA 2 part 3
     RPP Kajian Fisika  SMA 3 part 1
     RPP Kajian Fisika  SMA 3 part 2
     RPP Kimia Eksperimen SMA 1
     RPP Kimia Eksperimen SMA 2
     RPP Kimia Eksperimen SMA 3
     RPP Mengkaji Geografi SMA 1
     RPP Mengkaji Geografi SMA 2
     RPP Mengkaji Geografi SMA 3
     RPP Perspektif Matematika SMA 1
     RPP Perspektif Matematika SMA  2 IPS-Bahasa
     RPP Perspektif Matematika SMA  3 IPS-Bahasa
     RPP Perspektif Matematika SMA  2 IPA
     RPP Perspektif Matematika SMA  3 IPA
    

DOWNLOAD SILABUS DAN RPP SD / MI


 

DOWNLOAD SILABUS DAN RPP SD / MI


 

DAFTAR MODEL KTSP & MODEL SILABUS - RPP

A.
MODEL KTSP SD

PLATINUM  

B. MODEL SILABUS - RPP SD :

A. MODEL SILABUS - RPP SD

KTSP Active English SD 1

Aktif Belajar IPS SD 1

KTSP Active English SD 2

Aktif Belajar IPS SD 2

KTSP Active English SD 3

Aktif Belajar IPS SD 3

KTSP Active English SD 4

Aktif Belajar IPS SD 4

KTSP Active English SD 5

Aktif Belajar IPS SD 5

KTSP Active English SD 6

Aktif Belajar IPS SD 6

KTSP Cakrawala Sosial SD 1A 

Bahasa Indonesiaku SD 1

KTSP Cakrawala Sosial SD 2A 

Bahasa Indonesiaku SD 2

KTSP Cakrawala Sosial SD 3A 

Bahasa Indonesiaku SD 3

KTSP Cakrawala Sosial SD 4A 

Bahasa Indonesiaku SD 4

KTSP Cakrawala Sosial SD 5A 

Bahasa Indonesiaku SD 5

KTSP Cakrawala Sosial SD 6A 

Bahasa Indonesiaku SD 6

KTSP Cinta Bahasa 1A 

Dunia Matematika SD 1

KTSP Cinta Bahasa 2A 

Dunia Matematika SD 2

KTSP Cinta Bahasa 3A 

Dunia Matematika SD 3

KTSP Cinta Bahasa 4A 

Dunia Matematika SD 4

KTSP Cinta Bahasa 5A 

Dunia Matematika SD 5

KTSP Cinta Bahasa 6A 

Dunia Matematika SD 6

KTSP Dokumen I SD

Dunia IPA SD 1

KTSP Gemar Berbahasa SD 1

Dunia IPA SD 2

KTSP Gemar Berbahasa SD 2

Dunia IPA SD 3

KTSP Gemar Berbahasa SD 3

Dunia IPA SD 4

KTSP Gemar Berbahasa SD 4

Dunia IPA SD 5

KTSP Gemar Berbahasa SD 5

Dunia IPA SD 6

KTSP Gemar Berbahasa SD 6

Kewarganeraan SD 1

KTSP Gemar Berhitung SD 1A 

Kewarganeraan SD 2

KTSP Gemar Berhitung SD 2A 

Kewarganeraan SD 3

KTSP Gemar Berhitung SD 3A 

Kewarganeraan SD 4

KTSP Gemar Berhitung SD 4A 

Kewarganeraan SD 5

KTSP Gemar Berhitung SD 5A 

Kewarganeraan SD 6

KTSP Gemar Berhitung SD 6A 

Agama Islam SD 1

KTSP Jendela IPA SD 1 

Agama Islam SD 2

KTSP Jendela IPA SD 2 

Agama Islam SD 3

KTSP Jendela IPA SD 3A 

Agama Islam SD 4

KTSP Jendela IPA SD 4A 

Agama Islam SD 5

KTSP Jendela IPA SD 5A 

Agama Islam SD 6

KTSP Jendela IPA SD 6A 

  

KTSP Kewarganegaraan SD 1 

  

KTSP Kewarganegaraan SD 2 

MADRASAH

KTSP Kewarganegaraan SD 3 

A. MODEL SILABUS - RPP MI

KTSP Kewarganegaraan SD 4 

Bahasa Arab MI 1

  

Bahasa Arab MI 2

  

Bahasa Arab MI 3

KTSP Kewarganegaraan SD 5 

Cinta Alquran dan Hadist MI 1

KTSP Kewarganegaraan SD 6 

Cinta Alquran dan Hadist MI 2

KTSP Khazanah Islam SD 1 

Cinta Alquran dan Hadist MI 3

KTSP Khazanah Islam SD 2 

Cinta Alquran dan Hadist MI 4

KTSP Khazanah Islam SD 3 

Cinta Alquran dan Hadist MI 5

KTSP Khazanah Islam SD 4 

Cinta Alquran dan Hadist MI 6

KTSP Khazanah Islam SD 5 

Fikih MI 1

KTSP Khazanah Islam SD 6 

Fikih MI 2

KTSP Cakrawala Sosial SD 1B 

Fikih MI 3

KTSP Cakrawala Sosial SD 2B 

Fikih MI 4

 

Fikih MI 6

  

Fikih MI 5

KTSP Cakrawala Sosial SD 4B 

Membina Akidah & Akhlak MI 1

KTSP Cakrawala Sosial SD 5B 

Membina Akidah & Akhlak MI 2

KTSP Cakrawala Sosial SD 6B 

Membina Akidah & Akhlak MI 3

KTSP Gemar Berhitung SD 1B 

Membina Akidah & Akhlak MI 4

KTSP Gemar Berhitung SD 2B 

Membina Akidah & Akhlak MI 5

KTSP Gemar Berhitung SD 3B 

Membina Akidah & Akhlak MI 6

KTSP Gemar Berhitung SD 4B

Teladan Mulia PAI SD 1

  

KTSP Gemar Berhitung SD 5B 

 Bingkai SKI MI 1

 

KTSP Gemar Berhitung SD 6B

 Bingkai SKI MI 2

 

  

 Bingkai SKI MI 3

 

  

 Bingkai SKI MI 4

 

KTSP Stairway English SD 1

  

 

KTSP Stairway English SD 2

  

 

KTSP Stairway English SD 3

  

 

KTSP Stairway English SD 4

  

 

KTSP Stairway English SD 5

  

 

KTSP Stairway English SD 6

  

 

  

  

 

  

MULOK

 

KTSP Jendela IPA SD 3B 

Gapura Basa Sunda SMP VII

 

KTSP Jendela IPA SD 4B 

Gapura Basa Sunda SMP VIII

 

KTSP Jendela IPA SD 5B 

Gapura Basa Sunda SMP IX

 

KTSP Jendela IPA SD 6B 

Pamager Basa Sunda SMA X

 

KTSP TEMATIK SD 1A

Pamager Basa Sunda SMA XI

 

KTSP TEMATIK SD 2A

Pamager Basa Sunda SMA XII

 

KTSP TEMATIK SD 3A

  

 

  

  

 

  

  

 

  

  

 

MIA (MULTIPLE INTELLIGENT APPROACH)

  

 

Jelajah MIA IPA SD 1

  

 

Jelajah MIA IPA SD 2

  

 

Jelajah MIA IPA SD 3

  

 

Jelajah MIA IPA SD 4

  

 

Jelajah MIA IPA SD 5

  

 

Jelajah MIA IPA SD 6

  

 

Jelajah BI MIA SD 2
Jelajah BI MIA SD 3

  

 

 Jelajah BI MIA SD 4

  

 

 Jelajah BI MIA SD 1

  

 

 Jelajah BI MIA SD 5

  

 

 Jelajah BI MIA SD 6

  

 

 Jelajah PKN MIA SD 1

  

 

 Jelajah PKN MIA SD 2

  

 

 Jelajah PKN MIA SD 3

  

DOWNLOAD SILABUS DAN RPP SMA / SLTA


DOWNLOAD SILABUS DAN RPP SMA / SLTA


DAFTAR MODEL KTSP & MODEL SILABUS - RPP

A.
MODEL KTSP SMA
PLATINUM
B. MODEL SILABUS - RPP SMA :C. MODEL SILABUS - RPP SMA
KTSP KD Ekonomi SMA 1Dunia Biologi SMA 1
KTSP KD Ekonomi SMA 2Dunia Biologi SMA 2
KTSP KD Ekonomi SMA 3Dunia Biologi SMA 3
KTSP Fisika Dasar SMA 1AKajian Konsep Fisika SMA 1
KTSP Fisika Dasar SMA 2AKajian Konsep Fisika SMA 2
KTSP Fisika Dasar SMA 3AKajian Konsep Fisika SMA 3
KTSP Integrasi Islam SMA 1Kimia Eksperimen SMA 1
KTSP Integrasi Islam SMA 2Kimia Eksperimen SMA 2
KTSP Integrasi Islam SMA 3Kimia Eksperimen SMA 3
KTSP Khaz. Matematika SMA 1Perspektif Matematika SMA 1
KTSP Khaz. Matematika SMA 2-IPAPerspektif Matematika SMA 2 - IPA
KTSP Khaz. Matematika SMA 2-IPSPerspektif Matematika SMA 2 - IPS
KTSP Khaz. Matematika SMA 3-IPAPerspektif Matematika SMA 3 - IPA
KTSP Khaz. Matematika SMA 3-IPSPerspektif Matematika SMA 3 - IPS
KTSP Kompetensi BI SMA 1AMengkaji Geografi SMA 1
KTSP Kompetensi BI SMA 2A - BHSMengkaji Geografi SMA 2
KTSP Kompetensi BI SMA 3A - BHSMengkaji Geografi SMA 3
KTSP Mmt Inovatif SMA 1AFenomena Ekonomi SMA 1
KTSP Mmt Inovatif SMA 2 - IPSFenomena Ekonomi SMA 2
KTSP Mmt Inovatif SMA 2A - IPAFenomena Ekonomi SMA 3
KTSP Mmt Inovatif SMA 3 - IPSBahasa Indonesia SMA 1
KTSP Mmt Inovatif SMA 3A - IPABahasa Indonesia SMA 2 Bahasa
KTSP Sains Biologi SMA 1ABahasa Indonesia SMA 2 IPA/S
KTSP Sains Biologi SMA 2ABahasa Indonesia SMA 3 Bahasa
KTSP Sains Biologi SMA 3ABahasa Indonesia SMA 2 IPA/S
KTSP Sains Kimia SMA 1ABahasa Inggris SMA 1
KTSP Sains Kimia SMA 2ABahasa Inggris SMA 2 Bahasa
KTSP Sains Kimia SMA 3ABahasa Inggris SMA 2 IPA/S
KTSP Fisika Dasar SMA 1B Bahasa Inggris SMA 3 Bahasa
KTSP Fisika Dasar SMA 2BSejarah SMA 1
KTSP Fisika Dasar SMA 3BSejarah SMA IPS 2
KTSP Mmt Inovatif SMA 1B  
KTSP Mmt Inovatif SMA 2B - IPAEVO BILINGUAL
KTSP Mmt Inovatif SMA 3B - IPABiology SMA 1
KTSP Sains Biologi SMA 1BBiology SMA 2
KTSP Sains Biologi SMA 2BBiology SMA 3
  Chemistry SMA 1
KTSP Sains Biologi SMA 3BChemistry SMA 2
KTSP Sains Kimia SMA 1BChemistry SMA 3
KTSP Sains Kimia SMA 2BICT SMA 1
KTSP Sains Kimia SMA 3BICT SMA 2
  ICT SMA 3
  Mathematics SMA 1
MULOKMathematics SMA 3
  Mathematics SMA 2
Pamager Basa Sunda SMA X Physics SMA 1
Pamager Basa Sunda SMA XI Physics SMA 2
Pamager Basa Sunda SMA XII Physics SMA 3
   Sociology SMA 1
   Sociology SMA 2
    
   Economics SMA 1

 

File dalam bentuk PDF.

Klik kanan pada file yang di download lalu pilih save as


 

2010

Sumber: http://sb.tigaserangkai.com/